5 Obat Salep Gatal untuk Alergi Paling Ampuh

5 Obat Salep Gatal untuk Alergi Paling Ampuh

Obat Salep Gatal

 

Saat merasa gatal pada kulit bagian tubuh tertentu, Anda mungkin akan mengoleskan salep gatal sebagai salah satu cara mengatasinya. Akan tetapi, memilih dan menggunakan salep untuk gatal pada kulit tidak boleh sembarangan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui pilihan kandungan salep penghilang gatal yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi gatal-gatal pada kulit yang dialami.

Walaupun banyak salep gatal di apotek yang dijual bebas, biasanya jenis salep untuk mengurangi rasa gatal pada permukaan kulit ini tetap memerlukan resep dari dokter. Penggunaan salep gatal paling ampuh terkadang perlu dibarengi dengan pengobatan lain. Misalnya, bila gatal disebabkan oleh infeksi jamur maka perlu disertai dengan penggunaan salep antijamur. Berikut adalah berbagai jenis kandungan salep gatal paling ampuh yang umum diresepkan oleh dokter.

1. Hidrokortison

Salep hidrokortison umumnya menjadi pilihan utama yang diresepkan dokter untuk mengatasi gatal pada kulit. Hidrokortison adalah salah satu krim steroid topikal yang dapat mengurangi rasa gatal akibat alergi dan peradangan. Hal ini termasuk mengobati ruam dan gatal yang disebabkan oleh logam perhiasan, gesper, dan iritan dari produk laundry. Cara kerja hidrokortison, yakni dengan menghambat respons peradangan yang memicu rasa gatal pada kulit. Pada awal pemakaian, kulit Anda mungkin akan terasa perih, sensasi seperti terbakar, iritasi, kulit kering, dan kulit kemerahan. Perlu diketahui bahwa salep hidrokortison harus dengan resep dokter. Anda bisa menggunakan krim steroid ini 3 menit setelah mandi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

2. Salep antihistamin

Salep antihistamin dalam bentuk oral mungkin diresepkan dokter untuk meredakan rasa gatal akibat reaksi alergi. Salep gatal alergi ini juga dapat membantu mengobati eksim. Salep antihistamin bekerja dengan menghambat histamin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh saat berhadapan dengan alergen (zat pemicu alergi). Dengan demikian, pembengkakan dan peradangan pada kulit bisa dicegah. Efek samping obat antihistamin yang menyebabkan rasa kantuk bisa membuat Anda tidur pulas walaupun kulit sedang terasa gatal. Sama seperti krim hidrokortison, salep antihistamin hanya bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu. Penggunaan terlalu sering dikhawatirkan dapat menimbulkan reaksi hipersensitivitas pada kulit.

3. Calamine

Calamine juga menjadi kandungan yang umum ditemui dalam salep kulit gatal. Calamine mengandung campuran zinc oxide dan oksida besi yang efektif untuk menghilangkan gatal dan meredakan ruam yang melepuh. Tak hanya itu, salep kulit gatal ini dapat digunakan untuk menenangkan sekaligus meredakan rasa gatal dan iritasi kulit akibat gigitan atau sengatan serangga, kulit terbakar sinar matahari, campak, cacar air, hingga eksim.

4. Mentol

Mentol adalah senyawa yang kerap ditemukan dalam sejumlah salep gatal kulit. Tidak hanya meredakan rasa gatal, kandungan ini dapat berfungsi untuk mengirimkan sensasi dingin ke kulit sehingga mengalihkan perhatian Anda dari gatal yang dirasakan. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa kandungan mentol belum tentu dapat digunakan oleh semua orang.

5. Diphenhydramine

Diphenhydramine adalah antihistamin yang banyak terdapat pada krim, gel, maupun obat semprot untuk mengobati kulit gatal. Salep gatal kulit ini bekerja dengan menghambat efek gatal dari histamin. Salep untuk gatal mengandung diphenhydramine terkadang direkomendasikan untuk meredakan gejala dalam jangka pendek akibat gigitan serangga atau biduran. Namun, Anda perlu hati-hati karena penggunaan obat gatal ini dapat mengiritasi kulit dan menimbulkan alergi pada beberapa orang. Jika menggunakan salep kulit diphenhydramine, sebaiknya jangan lakukan lebih dari 7 hari. Jangan pula menggunakan kandungan salep penghilang gatal ini bersamaan dengan obat mengandung diphenhydramine dalam bentuk lainnya, seperti pil atau tablet.

Comments are closed.