Daftar 5 Macam Obat Tidur beserta Efek Sampingnya

5 Macam Obat Tidur beserta Efek Sampingnya

Rekomendasi Obat Tidur

Obat tidur merupakan obat yang bisa diberikan dalam dosis pengobatan untuk tujuan mempermudah atau menyebabkan tidur. Berdasarkan pengertian tersebut, obat tidur sebenarnya hampir sama dengan obat penenang. Bedanya, obat tidur dalam dosis pengobatan, langsung dapat menyebabkan tidur. Sedangkan obat penenang dalam dosis pengobatan, tidak menyebabkan tidur. Dahulu, sebagai obat tidur, banyak orang menggunakan analgetika narkotika, seperti derivate dari opium. Seiring berjalannya waktu, sekarang di pasaran sudah tersedia obat tidur sintetis yang modern.

Namun, permakaian obat tidur dari persenyawaan barbiturate dapat mengakibatkan ketagihan dan merugikan badan, karena dapat mengakibatkan agranulositosis, yakni gejala keracunan yang berat karena lenyapnya butir-butir darah putih di dalam darah. Maka, pemberian obat tidur ini hanya dilakukan apabila diperlukan dan segera dihentikan jika tidak dibutuhkan lagi.

Macam-Macam Obat Tidur

Berdasarkan struktur kimia yang berada didalamnya, Obat Tidur bisa dikelompokan menjadi 5 macam yaitu :

1. Turunan dari Alkohol

Obat tidur yang termasuk dalam kelompok ini adalah sebagai berikut ini,

Kloralhidrat
Kloralhidrat adalah obat tidur yang tertuta, ditemukan pada tahun 1869 dan sangat efektif tanpa menimbulkan perasaan pusing-pusing pada keesokan harinya. Sayangnya, pada penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan kerusakan pada hati. Zat ini sekarang jarang digunakan lagi, karena dapat merangsang saluran lambung usus dan rasanya tidak enak.

Paraldehida
Paraldehida merupakan polimer dari asetaldehida, yang mempunyai bau dan rasa yang sangat tidak enak, tetapi termasuk obat tidur yang sangat kuat dan cepat bekerjanya (10-15 menit). Obat ini sekarang sudah tidak digunakan lagi karena dapat menimbulkan penyakit pada saluran pernapasan dan saluran lambung usus. Selain itu, obat ini juga tidak disuhaki karena bau dan rasanya yang sangat tidak enak.

Etklorvynol
Obat tidur ini ditemukan pada 1955 dan berbentuk cair yang cara kerjanya tidak begitu keras sehingga efeknya juga tidak seberapa.

2. Turunan dari Senyawa Belerang

Obat tidur yang termasuk macam ini, yakni: Sulfonal Trional Obat tidur ini sekarang sudah tidak digunakan lagi karena sudah terdesak dengan hipnotika modern.

3. Persenyawaan bromida anorganik

Obat tidur yang termasuk macam ini, di antaranya: Garam kalium, Natrium, Ammnium bromida Senyawa-senyawa ini bekerja sebagai obat tidur berdasarkan sifatnya yang menekan susunan saraf sentral. Senyawa tersebut memang mulai bekerjanya lambat, tetapi bisa berlangsung lama, sehingga memberikan pekerjaan yang berat terhadap ginjal. Pada pemakaian yang lama, obat ini dapat menimbulkan gangguan rohani dan radang pada kulit. Obat tidur ini pun hanya berkhasiat hipnotika lemah atau baru efektif pada dosis yang tinggi yang mendekati dosis toksis. Maka, obat dari senyawa ini pun terutama digunakan sebagai obat peradangan, umumnya dikombinasi dengan garam kalium, natrium, dan ammonium.

4. Persenyawaan Barbital

Merupakan golongan obat tidur yang banyak digunakan hingga sekarang. Persenyawaan barbital yang banyak digunakan sebagai hipnotika adalah golongan barbital yang bekerjanya lama, misalnya barbital dan luminal. Efek hipnotikanya, yakni antara 7 sampai 9 jam dengan efek sisa (hang-over) sampai sekurang-kurangnya keesokan harinya. Berikut dosis pemakaiannya:

  • Barbital (Veronal): 300-500 mg
  • Luminal (fenobarbital): 100-200 mg

Kerja ikutan dari derivate barbiturate ialah ketagihan, kumulasi, radang pada kulit dan reaksi-reaksi alergi. Untuk memperbesar daya hipnotikanya, maka sering dikombinasikan dengan hipnotika lainnya.

5. Turunan Benzodiazepine

Semua senyawa benzodiazepine memunyai sifat sedative-hipnotik, tetapi berhubung karena kerja ikutan, kebanyakan darinya hanya digunakan sebagai tranquillizer (menenangkan). Keuntungan obat ini dibanding dengan barbital dan obat tidur lainnya, adalah toksisitasnya rendah sekali, hingga sukar untuk disalahgunakan. Meski demikian, pada penggunaan yang lama, obat ini dapat menimbulkan kebiasaan ketagihan, tapi lebih ringan dibanding obat-obat tidur lainnya. Golongan benzodiazepine yang sering digunakan sebagai hipnotika atau obat tidur, antara lain: Nitrazepan, Flumitrazepam, Triazolam, Flurazapam.

Comments are closed.