Jenis-Jenis Obat Panadol Dan Cara Pakainya

Jenis-Jenis Obat Panadol

Jenis Jenis Panadol

Panadol adalah obat yang mengandung paracetamol. Panadol memiliki beberapa varian yang ditujukan untuk meredakan gejala dan keluhan, seperti demam, flu, sakit kepala, hidung tersumbat, batuk tidak berdahak, dan bersin-bersin. Panadol juga sering digunakan untuk meredakan sakit gigi dan nyeri otot.

Panadol mengandung paracetamol sebagai bahan aktif utama. Beberapa varian Panadol juga mengandung kombinasi paracetamol dengan bahan aktif lain, seperti dextromethorphan, phenylephrine, dan pseudoephedrin. Panadol sendiri juga memiliki beberapa varian, yaitu sebagai berikut :

1. Panadol Regular ( Warna Biru Putih )

Panadol biru bermanfaat untuk meredakan nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri otot, serta menurunkan demam. Tiap tablet Panadol Reguler mengandung 500 mg paracetamol.

2. Panadol Cold & Flu ( Warna Hijau Putih )

Panadol hijau bermanfaat untuk meredakan hidung tersumbat, batuk tidak berdahak, serta demam yang disebabkan oleh flu. Tiap tablet Panadol Cold & Flu mengandung 500 mg paracetamol, 30 mg pseudoephedrine HCl, dan 15 mg dextrometorphan HBr.

3. Panadol Flu & Batuk ( Warna Hijau Merah )

Panadol Flu & Batuk bermanfaat untuk meredakan bersin-bersin, hidung tersumbat, demam, sakit kepala, batuk tidak berdahak, nyeri otot, dan nyeri tenggorokan akibat flu. Tiap tablet Panadol Flu & Batuk mengandung 500 mg paracetamol, 5 mg phenylephrine HCl, dan 15 mg dextrometorphan.

4. Panadol Extra ( Warna Merah Putih)

Panadol merah bermanfaat untuk meredakan sakit kepala dan sakit gigi. Tiap tablet Panadol Extra mengandung 500 mg paracetamol dan 65 mg kafein.

Selain keempat varian di atas, ada pula varian Panadol yang khusus ditujukan untuk anak-anak. Varian ini bermanfaat untuk meredakan sakit kepala, nyeri akibat tumbuh gigi, serta demam akibat pilek, flu, atau setelah imunisasi. Beberapa varian tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Panadol Anak Drops

Panadol Anak Drops untuk anak-anak usia 0–1 tahun tersedia dalam bentuk sirop yang dilengkapi dengan pipet tetes. Tiap 1 ml Panadol Anak Drops mengandung 100 mg paracetamol.

2. Panadol Anak Syrup

Panadol Anak Syrup ditujukan untuk anak usia 1–6 tahun. Tiap 1 ml Panadol Anak Syrup mengandung 32 mg paracetamol.

3. Panadol Anak Suspension

Panadol Anak Suspension ditujukan untuk anak usia 6 tahun ke atas. Setiap 1 ml Panadol Anak Suspension mengandung 50 mg paracetamol.

4. Panadol Anak Chewable

Panadol Anak Chewable untuk anak usia 2–12 tahun tersedia dalam bentuk tablet kunyah. Tiap tablet Panadol Anak Chewable mengandung 120 mg paracetamol.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Panadol:

  • Jangan mengonsumsi Panadol jika Anda alergi  paracetamol atau kandungan lain dalam produk ini.
  • Jangan mengonsumsi Panadol bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol agar tidak terjadi overdosis parasetamol.
  • Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda, terutama jika pernah menderita asma, penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, epilepsi, bronkitis kronis, diabetes, glaukoma, tumor kelenjar adrenal, hipertiroidisme, kecanduan alkohol, dan gangguan berkemih.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan, suplemen, atau obat herbal yang sedang Anda konsumsi, terutama warfarin dan monoamine oxidase inhibitor (MAOI).
  • Jangan mengonsumsi Panadol melebihi dosis yang dianjurkan karena bisa menyebabkan gangguan pada organ hati.
  • Hindari konsumsi Panadol Flu & Batuk serta Panadol Cold & Flu bila Anda menderita batuk berdahak.
  • Hindari konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan cola, saat mengonsumsi Panadol Extra.
  • Segera periksakan ke dokter jika gejala tidak membaik dalam 3 hari atau malah memburuk.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Panadol.

Efek Samping dari Penggunaan Panadol

Kandungan paracetamol dan obat lain dalam Panadol jarang menyebabkan efek samping, terutama jika dikonsumsi menurut dosis yang dianjurkan. Namun, pada beberapa orang, Panadol dapat menimbulkan efek samping, seperti:

  • Pusing
  • Sulit tidur
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Urine berwarna gelap
  • Sulit buang air kecil
  • Tubuh mudah lelah
  • Kulit dan putih mata menguning atau penyakit kuning
  • Reaksi kulit parah yang disebut Sindrom Stevens-Johnson

Comments are closed.